What’s Life For…???

Dari atas sini gua bisa melihat begitu banyak orang. Begitu banyak kehidupan. What’s life for? Tiba-tiba gua berpikir. Ini bukan yang pertama kalinya sih pertanyaan itu pernah muncul di otak gua, jujur, sebenarnya gua malah sering sengaja ngusir pertanyaan ini saat dia muncul. Wooosh, go away from my brain. Kira-kira begitu yang gua lakukan.

Kenapa gua begitu?

Well, tentu saja karena pertanyaan itu bikin mumet.

Tapi,,,

kadang-kadang di suatu titik tertentu-misalnya sekarang-gua benar-benar pengen tau, meski sedikit aja, what’s life actually for?

Jadi dari atas sini gua memperhatikan orang-orang itu. Orang-orang di bawah gua yang ubun-ubunnya vulnerable banget buat gua intip. Mungkin gua ga bisa ngeliat semuanya, tapi sedikit petunjuk aja udah cukup. Gua punya indra ke 9. Alias nebak-nebak.

Pertama, di dekat toko jam tangan Guess,  ada sebuah keluarga kecil, ada si papa, ada si mama dan anak perempuan mereka yg mungkin baru berusia 3 tahun. Mereka kelihatan sedang window shopping. And I started to think, so, is that what life’s for? Menikah? Punya anak? Like everyone does? Berkeluarga?

Lalu fokus gua beralih lagi, ada anak-anak kuliahan yang berjalan bergerombol. Tangan mereka meluk map dan file-file kertas (kebanyakan fotokopian) ke dada mereka. And, here I go again, is that what life’s for? Mencari pengetahuan sedalam-dalamnya? Untuk tahu segala-galanya? Atau untuk tahu kalau sebenarnya sampai akhirnya kita sebenarnya ga bakal tahu semuanya?

Kemudian di sekitar mereka, gua melihat ada pria dan wanita berkemeja, menawarkan kartu kredit ke orang-orang yang mereka anggap ‘berpotensi’ untuk apa pun itu. Atau lebih tepatnya lagi, berduit. Well, so is that what life’s for? Buat cari uang? Menuhin kebutuhan hidup? Supaya punya segalanya yang bisa dibeli pakai uang? Jadi orang kaya?

Hmmm, pantauan gua belum berakhir, selanjutnya gua melihat ada orang-orang stylish dan keren, berlalu lalang seperti selebritas. Stardom-like. Cool, so is that what life’s for? Buat dipuja-puja orang? Dikagumi? Disukai orang?

Ah, ini memusingkan. Hampir setengah jam telah berlalu. Gua belum ketemu jawabannya. Well, mungkin memang ga akan pernah.

Lalu Tuhan membangunkan gua dari mencari jawaban itu lewat tangan seorang anak kecil yang ga sengaja menyenggol tas gua. Gua melirik ke si imut itu. Dia sepertinya ga sadar kalau tadi tangannya nyenggol tas gua. Si imut celingukan melihat ke segala hal yang lewat di depannya, dan-atau-dilewatinya. Dan dia selalu terpana saat melihat hal-hal itu dan memberitahukan hal itu ke mamanya.

I could see excitements in her eyes.

Hmmmm, jangan-jangan ini jawabannya, coba gua tebak sekali lagi, Is that what’s life actually for?

Just to look around and

enjoy everything we know that isn’t ours, before we run out of time?

Entahlah,

Then, I almost end my note before the little girl turns her head and looked at me. She points her finger to my face (or my hair), and smile (or laugh).

“Ma, liat deh, rambutnya lucu. Aku mau kayak gitu juga dong…”

And I smiled back at her. Her mom shyly drags her away.

And I brushed my hair, and started to wonder once again.

Is that what’s life for?

To make people smile, or to smile back at them?

Advertisements
Tagged , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: